Herman Setiawan
September 8 at 11:13am
Sekilas mengenai sejarah URAL 28
URAL adalah sebuah organisasi pencinta alam yang bernaung di bawah SMA Negeri 28 yang merupakan kepanjangan dari Udara, Rimba, Laut. URAL lahir dari keinginan para segelintir anak SMA untuk berkiprah di alam bebas di bawah naungan sebuah organisasi formal, dengan kronologi sejarah berdirinya sebagai berikut :
Pada tahun 1982; bermula dari kami 3 orang yaitu Gianto Yusupandi (lulusan 1983), Harun Al Rasyid “Baham” (lulusan 1984) dan Herman Setiawan (lulusan 1984), saat itu aktif mengikuti Ekskul kepanduan. Setelah mengikuti kegiatan kepanduan, kami sempat merasakan suatu kejenuhan karena kegiatan kepanduan bukanlah hal yang luar biasa apalagi kita sudah mengenal kegiatan tersebut sejak di bangku sekolah dasar.
Saat itu juga Sdr. Gianto Yusupadi mempunyai ide untuk membentuk suatu kegiatan Ekskul baru; dan kami bertiga sepakat bentuknya adalah Ekskul Pecinta Alam/Pendaki Gunung. Waktupun berjalan kami merasa perlu untuk mencari ilmu pengetahuan tentang kepecinta-alaman dan teknik pendakian gunung.
Pada bulan Juni 1982 di majalah dinding sekolah terpampang selebaran tentang tawaran untuk mengikuti kegiatan pendidikan dasar pecinta alam, yang dilaksanakan oleh salah satu perhimpunan pendaki gunung di Jakarta yang sudah berkiprah sejak 1975. Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut; kami bertiga mengikuti pelatihan dasar tersebut yang dikemudian hari ternyata ilmu dan ketrampilan yang kami dapatkan sungguh sangat berguna; karena dalam kegiatan pecinta alam/pendaki gunung akan menghadapi sebuah pengalaman yang menantang dengan keindahan alam yang dilihatnya dari dekat, tetapi juga sebuah resiko yang akan dihadapi cukup tinggi.
Selanjutnya kami bertiga memberanikan diri untuk menghadap kepala sekolah saat itu Ibu Rosni Rachman didampingi seorang guru Fisika/Matematika yang bersedia menjadi Guru Pembina; yaitu Bapak (Alm) Suwartono B.Sc; dan Bu Rosni memberikan persetujuannya.
Tidak lama kemudian kami mengajak teman-teman yang lain (mayoritas lulusan 1984) untuk bergabung membentuk organisasi Ekskul Pecinta Alam/Pendaki Gunung dan kami bersepakat nama Eskul adalah URAL kepanjangan dari Udara Rimba Laut; kami juga sepakat lambing Ural adalah “Beruang Kutub/Polar Bear” yang mempunyai makna yaitu :
Kekuatan;
Ketabahan;
Kecerdasan dan
Kemandirian.
Pada bulan September 1982 kami melaksanakan pelatihan dasar di sekitar Gunung Geger Bentang (desa Rarahan-Cibodas) dan kamipun membuat Ikrar bersama pada tanggal 18 September 1982 yang juga melahirkan angkatan pertama dengan nama angkatan “Kabut Pangrango”; karena memang lokasi pelatihan dasar berada di kaki Gn.Pangrango. Selanjutnya tanggal 18 September kami sepakati sebagai hari jadi URAL.
Angkatan pertama “Kabut Pangrango” berjumlah 22 orang yaitu:
Gianto Yusupadi (28/IPS/1983)
Lilik Irianto (28/IPS/1983)
Herman Setiawan (28/IPS/1984)
Harun Al Rasyid (28/IPS/1984)
Cum Arya Sumarya “Acum” (28/IPS/1984)
Dwi Budiman “Jarot” (28/IPS/1984)
Fajar Herdiadita (28/IPS/1984)
Eko Budi Arianto (28/IPS/1984)
Sudrajat “Reseh” (28/IPS/1984)
Saiful Panji (28/IPA/1984)
Nugraha Arifin Mahfudi (28/IPS/1984)
M. Syarief (28/IPS/1984)
Ramelan (28/IPS/1984)
Fevri Rumampuk (28/IPS/1984)
Bambang Susapto (28/IPA/1984)
(Alm) Sabar Busono (28/IPA/1984)
Zulaicha “Yuli” (28/IPS/1984)
Tri Wati “Tati” (28/IPS/1984)
Rina Kurnia (28/IPA/1984)
Munawaroh (28/IPA/1984)
Wismo Dwikora (28/IPS/1984)
Isimiati (28/IPS/1984)
Bulan Desember 1982 kami melaksakan pendidikan dasar yang bertama; yang melahirkan angkatan kedua dengan nama angkatan “Bukit Senja”. Tujuan dari pendikikan dasar yang kami laksanakan adalah :
1. Pembentukan mental dan karakter yang kokoh;
2. Pembentukan sikap rendah hati dan peduli lingkungan;
3. Pembentukan kapasitas ilmu dalam berkegiatan di alam
4. Pembentukan kesadaran akan rasa kesamaan, kebersamaan, dan kekeluargaan; serta
5. Membentuk pribadi yang bijak dan beradab
Demikian sekilas kronologi berdirinya URAL.
Di usianyanya yang menginjak ke-33 tahun pada tahun ini, bisa dikatakan URAL adalah organisasi ekstrakurikuler tertua di SMA 28. Di tengah lesu dan mandeknya kegiatan organisasi pencinta alam di sekolah lain, URAL tetap eksis.
Dalam perjalanannya, URAL telah mencetak sejumlah prestasi, diantaranya Juara 2 Panjat Tebing Putri yang diadakan oleh KAPPA Universitas Indonesia pada tahun 1989, mendapatkan Wing Tri Brata Polri pada tahun 1988, dan juga lomba gerak jalan. Sebagai pencinta alam, URAL juga ikut berpartisipasi dalam bersih Ciliwung ketika Bapak Emil Salim masih menjabat sebagai Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Tak hanya itu, URAL juga lah yang pertama kali membidani kegiatan Lomba Lintas Desa yang pada dekade 80 dan 90an menjadi acara tahunan di SMA 28.
Sebagaimana organisasi pencinta alam pada umumnya, kegiatan URaL 28 berorientasikan kepada kehidupan di alam bebas. Untuk itulah pembekalan materi, baik teori maupun praktek, untuk berkecimpung di alam harus diberikan pada setiap anggota sebelum terjun langsung. Tak hanya itu, sejumlah rentetan pendidikan harus dilalui setiap calon anggota sebelum berhak dilantik menjadi anggota. Pendidikan itu diantaranya adalah Latihan Dasar Militer atau Latsarmil, ajang dimana setiap calon anggota dites ketangguhannya dalam menghadapi berbagai rintangan.
Setelah Latsarmil, setiap calon anggota harus melalui Pendidikan Dasar atau Diksar yang biasanya memakan waktu beberapa hari. Di sini lah, kemampuan teori dan praktek yang telah diberikan selama masa pendidikan diuji sebelum akhirnya calon anggota berhak mendapatkan slayer URAL.
Setelah pelantikan, setiap anggota berhak memilih salah satu grup yang ada.
Untuk memfokuskan keahlian masing-masing anggota, URAL mengelompokkannya ke dalam tiga grup, yaitu:
• Grup 1 yang berorientasi pada kegiatan pendakian gunung, mendaki tebing dan jelajah gua.
• Grup 2 yang berorientasi pada kegiatan bahari, seperti dayung, layar dan juga arung jeram.


